Jangan Panggil Aku Ayah
  • Jangan Panggil Aku Ayah
Kumpulan Cerpen

Jangan Panggil Aku Ayah


Rp. 52.000
Hanya Tersisa: 50 lagi


Perempuan itu berdiri dan berucap salam. Ia pergi seolah membawa beban berat, sementara aku yang ditinggalkan memikul rasa bersalah lebih berat dari beban yang dibawa. Mau apa lagi, kebiasaan memberi tidak dipandang sebagai pemberian yang berlimpah. Hanya uang koin yang ia bisa bawa, sementara aku, istri, dan anakku adalah anak panti asuhan yang tidak mungkin mengadu pada tetangga.
Malam itu, walaupun bulan purnama menghiasi pemukiman warga, termasuk menghiasai rumahku, tapi aku rasakan bulan itu seperti bunga kamboja yang berguguran di atas batu nisan. Bukan karena masalah uang belanja yang sudah tidak ada, tapi karena pintu rezeki yang belum terbuka lebar. Aku merasa melantarkan empat orang yang membutuhkan bantuanku. Anakku, istriku, dan dua manusia panti asuhan.

Produk Terkait